Jumat, 03 Mei 2013

Ditjen Dikdas Teken MoU dengan Bank BJB


Jakarta (Dikdas): Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menandatangani Nota Kesepahaman atau Matter of Understanding (MoU) dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. di Jakarta, Jumat siang (16/12). Ditjen Dikdas diwakii oleh Plt. Dirjen Dikdas Prof. Suyanto, Ph.D sementara Bank BJB diwakili Direktur Utama Bien Subiantoro.
Acara dihadiri Sekretaris Ditjen Dikdas Dr. Thamrin Kasman, Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar Sumarna Surapranata, Ph.D, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Prof. Ibrahim Bafadal, pejabat di lingkungan Ditjen Dikdas, dan sejumlah pejabat Bank BJB.

Dalam MoU tersebut, kerja sama dijalin dengan prinsip saling menguntungkan, transparan, akuntabel, objektif, dan kehati-hatian. Ruang lingkup kerja sama mencakup pemanfaatan jasa dan layanan perbankan untuk Ditjen Dikdas melalui jaringan kerja Bank BJB. Cakupan lainnya yaitu pemanfaatan jasa perbankan untuk penyaluran dan tunjangan profesi, tunjangan khusus, subsidi tunjangan fungsional, dan bantuan biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-4 bagi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan dasar. Pelaksanaan teknis MoU dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja sama (PKS).     
Suyanto mengatakan kerja sama tersebut dijalin dengan interest, understanding, mutual trust, dan mutual benefit. “Understanding, kita harus paham apa yang kita kerjakan dan targetnya apa,” katanya.  
Dengan menggunakan jasa bank, penyaluran dana bisa dilakukan secara cepat kepada masyarakat. Sehingga, tambah Suyanto, roda eknomi dapat bergerak cepat. “Kalau ekonomi bergerak, orang bisa punya pendapatan, bisa simpan uang di bank,” jelasnya. Jika uang ditahan sehingga tak ada yang punya uang, masyarakat tak bisa mengakses bank. Inilah salah satu keuntungan bersama dari kerja sama itu.  
Bien Subiantoro merasa gembira Bank BJB merupakan bank keempat yang menjadi mitra Ditjen Dikdas setelah Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI. Kendati demikian, ia yakin Bank BJB mampu mengemban amanah sebagaimana yang diharapkan Ditjen Dikdas. “Kami dua provinsi (Jawa Barat dan Banten) sehingga tingkat kepadatan kami cukup padat. Sebagai infrastruktur untuk mutual interest,” ucapnya.   
Bank BJB, kata Bien Subiantoro, terkenal dengan teller dan customer service paling cantik di Indonesia. Itu predikat yang diberikan media. “Tapi tentunya pelayanan kami tidak hanya senyum. Kami juga terus memperbaiki IT kami,” tegasnya.  
Akses data guru
Ada satu permasalahan mengenai rekening guru. Setelah dana disalurkan ke rekeningnya, guru cenderung mengambil semaksimal mungkin sehingga sisanya tinggal sedikit atau melewati batas minimum. Jika demikian, nomor rekening terancam mati. Ketika dana kembali disalurkan ke nomor rekening tersebut, nomor tersebut sudah mati sehingga retur. 
“Ketika retur inilah yang membuat lama proses pencairan kembali,” ujar Sumarna Surapranata usai MoU. 
Sebagai antisipasi, dipilihlah bank yang biaya administrasi bulanannya rendah dan saldo bulanannya minimum. “Keuntungan berikutnya, kita jamin bahwa bank menjamin tidak ada retur. Kecuali guru yang meninggal,” tambahnya.
Kemudahan lainnya, lanjut Sumarna Surapranata, Ditjen Dikdas dapat langsung mengakses data guru yang dimiliki bank. Data tersebut termasuk gaji terakhir guru yang menerima penyaluran dana. Sebab, golongan guru penerima dana berbeda-beda sehingga gaji yang diterima berbeda pula.   
“Ini perlu sekali untuk membangun data base dan sistem online yang up to date. Bisa dipantau dari Direktorat,” kata Sumarna Surapranata. “Kita kerja sama dengan bank tidak hanya penyaluran uangnya, tapi juga data base gurunya.”
Sumarna Surapranata menekankan bahwa nomor rekening merupakan hak guru. Tak boleh ada pemotongan dalam penggunaannya, baik oleh kepala sekolah maupun Pemerintah Daerah. 
Selain penandatanganan MoU antara Plt. Dirjen Dikdas dengan Dirut PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk., dilakukan pula penandatanganan antara Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdas dengan Direktur Ritel PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. Arie Yulianto.* (Billy Antoro)   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar