Kamis, 09 Mei 2013

Kesempatan ke Perguruan Tinggi Semakin Terbuka

Rachmad Faisal Harahap - Okezone
Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra
JAKARTA - Daya tampung tidak sebanding dengan banyaknya siswa-siswi yang melamar ke perguruan tinggi negeri membuat persaingan SBMPTN semakin tinggi untuk lolos sesuai dengan kualifikasi yang telah ditentukan.

Ketua Dewan Pembina Perindo Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra memaparkan, mereka-mereka yang mau masuk ke perguruan tinggi negeri sangat terbatas, padahal peminat masuk ke perguruan tinggi kian banyak.
"Daya tampungnya selalu tidak sebanding dengan banyaknya calon mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi negeri, tapi sekarang ini sebenarnya kegiatan pendidikan tinggi yang diselenggarakan dari pemerintah semakin luas ruang lingkupnya. Tidak hanya universitas tapi juga politeknik, program diploma yang sebenarnya juga merupakan pintu masuk untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Contohnya seperti mau masuk ke fakultas ekonomi tapi gagal, bisa ikut program politeknik atau D3 dulu setelah itu melanjutkan lagi sampai mencapai S1," ucapnya di VIP Tribun Timur Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Kamis (9/5/2013).

Yusril menyebutkan bahwa kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi kini semakin terbuka

"Jadi kesempatan sebenarnya makin lebih terbuka, memang harapan kita sebenarnya pendidikan ini tidak terlalu mahal, tidak membebankan biaya kepada mahasiswa dan orang tua, apalagi sebenarnya anggaran pendidikan kita sudah sangat besar sekali. Harapan kita kedepan sebenarnya tidak banyak kegagalan seperti sekarang ini yang dialami oleh pendidikan kita," pungkasnya sambil tertawa.

Menurut pendapat Yusril, masih banyak sarjana yang menganggur setelah lulus kuliah.

"Itu problema kita semua, karena itu kegiatan pendidikan berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi. Kalau pertumbuhan ekonominya tidak banyak memberikan kesempatan kerja, maka selama itu pula pengangguran akan terjadi," tegasnya.

Yusril menambahkan, dengan adanya investasi oleh pemerintah maupun investasi oleh swasta, akan terciptanya lapangan pekerjaan.

"Saya berharap semuanya harus ada linear pendidikan kegiatan ekonomi, dengan banyaknya investasi maka rakyat mungkin terserap lapangan kerja, karena pemerintah sendiri tidak mungkin membuka lapangan kerja untuk merekrut orang menjadi pegawai negeri atau menjadi tentara ataupun menjadi polisi kan terbatas jumlahnya. Dengan investasi, sebagai tercipta lapangan kerja, sayangnya kita disini orang mau investasi dipersulit," imbuhnya.
(ahm)

Sumber okezone.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar